KIMIA ORGANIK

DASAR

  1. Apa yang dimaksud Vital Force?

Sejarah istilah Vital Force(Vitalisme).

Vitalisme memainkan peran penting dalam sejarah kimia karena memunculkan perbedaan dasar antara zat organik dan anorganik, mengikuti pendapat  Aristoteles antara kerajaan mineral dan animal dan vegetatif kingdom. Premis dasarnya adalah bahwa bahan-bahan organik berbeda dari bahan anorganik secara fundamental. Akhirnya, kimiawan vitalis meramalkan bahwa bahan organik tidak dapat disintesis dari komponen anorganik. Termasuk Berzelius. Setelah diamati oleh Berzelius dinyatakan bahwa pembentukan senyawa organik mengikuti hukum-hukum kimia yang berbeda dengan yang diterapkan dalam senyawa anorganik. Karena vital force adalah suatu proses tentang hidup yang tidak dapat diterangkan dalam ilmu fisika dan ilmu kimia tersendiri, Maka lahirlah anggapan vital force sebagai pembentuk senyawa organik

Vital force theory adalah teori yang dibuat oleh ilmuwan Swedia bernama Berzelius yang mengasumsikan bahwa senyawa organik hanya dapat dibentuk dalam sel hidup dan mustahil dibuat melalui eksperimen dalam laboratorium (in vitro).Vital force atau kekuatan hidup adalah kekuatan yang dimiliki makhluk hidup (hewan, manusia, dan tumbuhan) yang pada zaman awal perkembangan kimia organik dianggap sebagai sumber pembentuk senyawa organik. Vital force hanya terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Ini berarti bahwa senyawa organik hanya dapat terbentuk dalam makhluk hidup (in vivo) yaitu hewan, tumbuhan, dan manusia.

Sejarah kimia organik.

  • Senyawa organik telah dikenal sejak zaman purba.
  • Tahun 4000 SM orang mesir telah mengenal zat warna biru indigo dari tumbuhan.
  • Ahli kimia muslim telah mengenal senyawa organik seperti alcohol,asam cuka, minyak mawar,dan aldehida pada abad ke-8. Bahkan mereka mampu memperolehnya dalam keadaaan murni melalui destilasi.
  • Di Cina telah dikenal destilasi alcohol pada abad ke-9,pada masa pemerintahan dinasti Thang.
  • Kata Alkohol ada dalam sebuah manuskrip di Eropa pada abad ke-12.
  • Boyle melakukan destilasi kering terhadap kayu dan menghasilkan campuran metil alkohol dengan aseton pada tahun 1661.
  • Scheele melakukan penelitian terhadap senyawa organik yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Ia memeperoleh asam tertrat,asam laktat,asam galat,dan asam sitrat pada tahun 1769-1785.
  • Tahun 1800 banyak dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa-senyawa yang berasal dari organisme hidup.
  • Proust mempelajari cairan dari buah (juice) serta mengidentifikasi tiga jenis gula yaitu sukrosa,glukosa,dan fruktosa.

Dapat disimpulkan dari beberapa penemuan diatas bahwa senyawa organik berasal dari organism hidup. Timbulnya kimia organik diawali oleh adanya pendapat bahwa senyawa-senyawa yang berasal dari hewan dan tumbuhan dibedakakn dengan senyawa-senyawa yang berasal dari benda mati,misalnya mineral atau batu-batuan dan logam. Senyawa yang berasal dari hewan dan tumbuhan disebut senyawa organik. Pada waktu itu orang percaya bahwa senyawa organik dalam alam dapat terbentuk karena adanya “kekuatan hidup” (Vital Force).

Ini berarti bahwa senyawa organik  hanya dapat dibentuk dalam makhluk hidup (in vivo),yaitu manusia,hewan,dan tumbuhan.  Namun pada tahun 1828 Friedrich Wohler mematahkan doktrin vitalisme ini. Wohler melakukan eksperimen dengan memenaskan campuran alkali sianat dengan garam ammonium dan terbentuklah urea. Wohler menarik kesimpulan bahwa urea dapat dibentuk dalam laboratorium (in vitro) dengan jalan memanaskan ammonium sianat. Reaksi ini sekarang dapat ditulis:

NH4OCN →CO(NH2)2.

Namun anggapan vital force ini belum benar-benar patah sampai pada tahun 1845, Adolph Kolbe berhasil membuat asam asetat dari senyawa anorganik.

2.Apa perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik?

No.

SENYAWA ORGANIK

1. Jumlah senyawa organik jauh lebih banyak daripada senyawa anorganik.
2. Semua senyawa organik mengandung atom karbon, yang mempunyai keunikan dalam hal kemampuannya membentuk rantai dengan sesama atom karbon, dan mempunyai sifat-sifat khas. Keunikannya adalah karbon memiliki empat elektron valensi sehingga dapat membentuk ikatan kovalen dengan karbon atau unsur lainnya. Ikatan-ikatan yang dibentuk oleh karbon adalah ikatan kovalen kuat, dan karbon memiliki kemampuan untuk berikatan dengan karbon lainnya sehingga membentuk rantai lurus atau cincin. Karbon juga dapat membentuk ikatan rangkap dua atau tiga dengan unsur lainnya. Sifat-sifat ini memungkinkan karbon membentuk berbagai senyawa yang diperlukan untuk menyusun makhluk hidup.
3. Pada umumnya berasal dari makhluk hidup dan yang lainnya dari hasil sintesis
4. Senyawa organik lebih mudah terbakar dan memberikan hasil akhir CO2, H2O, dan hasil sampingan lainnya.
5. Strukturnya lebih rumit.
6. Hanya dapat larut dalam pelarut organik.
7. Non Elektrolit.
8. Reaksi berlangsung lambat.
9. Titik didih dan titik lebur rendah.
10 Memiliki unsur karbon.

No.

SENYAWA ANORGANIK

1. Segala senyawa selain senyawa organic adalah senyawa anorganik.
2. Tidak memiliki keunikan atom karbon.
3. Berasal dari mineral.
4. Tidak mudah terbakar.
5. Struktur lebih sederhana.
6. Dapat larut dalam pelarut air dan organik.
7. Elektrolit.
8. Reaksi berlangsung cepat
9. Titik didih dan titik lebur tinggi
10. Tidak semua senyawa anorganik memiliki unsur karbon.
Iklan

About robiahadawiyah

IMPIAN,IMPIAN,DAN IMPIAN

Posted on September 26, 2011, in Basic Chemistry, KIMIA ORGANIK. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. makasih udh menambah wawasan

  2. membantu siroo,,, makasih yah,,,

  3. ajarin KO lah,,,hhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: