Profil-Kegagalan Rumah Makan Idaman Dan Ida Taylor

Adalah Ida Ningsih seorang ibu rumah tangga yang berwirausaha dengan membuka rumah makan. Ia lahir di Karawang 41 tahun lalu. Ayahnya,H.Rohmat adalah seorang petani sedangkan ibunya,Hj.Suhaeni, seorang penjahit. Memilki lima adik serta menjadi anak sulung,membuatnya harus ikut membantu perekonomian keluarga. Sejak kecil Ia tertarik pada dunia tata boga dan tata busana. Saat berumur 17 tahun,Ia belajar menjahit pada ibunya dan belajar tata boga pada salah satu teman ibunya.
Ia mempunyai semangat tinggi dalam mencoba berbagai hal. Saat belajar menjahit pun,Ia mulai mencoba membuat beberapa model baju. Melihat bakat anaknya,Hj.Suhaeni membuatkan sebuah ruko untuk Ida. Dengan tujuan untuk menyalurkan bakat anaknya pada usaha. Akhirnya Ida mulai membuka jasa penjahitan baju dan penjualan baju siap jadi bernama Ida Taylor. Terkadang Ia pun menerima jasa pembuatan kue dan masakan sunda,namun ia tidak mencoba membuka usaha catering. Pada tahun 1979, Ia menikah dengan Maman Sanwani,seorang buruh asal Banten. Meski telah menikah, Ida tetap menjalankan usahanya.

Pesanan jahitannya makin banyak setelah menikah. Dan sedikit demi sedikit Ia mulai bisa menabung untuk masa depan. Suaminya mendukung usaha Ida dan terkadang membantu mempromosikan hasil jahitan Ida pada tetangga. Dan usaha jahitannya maju pesat. Ida pun mulai mempromosikan keahliannya dalam memasak. Banyak orang yang mulai menyewa jasa masak pada Ida karena orang-orang mulai mengakui bahwa masakan Ida memiliki cita rasa tersendiri. Melihat respon yang bagus mengenai masakan Ida, Maman mengusulkan pada Ida untuk membuka sebuah rumah makan dan usaha catering di ruko sebelah Ida Taylor.
Akhirnya pada tahun 1995 berdirilah Rumah Makan Sunda Idaman yang merangkap catering. Nama Idaman sendiri singkatan dari Ida-Maman. Mulanya Ida tidak memiliki kepercayaan terhadap keberhasilan usaha ini. Namun Maman terus mendukungnya. Dan rumah makan ini mulai mengalami perkembangan yang signifikan setelah tiga bulan dibuka. Ida mempekerjakan empat orang karyawan. Rumah makan idaman mulai terkenal. Dan Ida pun mulai merambah pada masakan cina. Sambutan orang-orang pun semakin baik.
Tahun 1998 krisis moneter menyerang Indonesia. Membuat perekonomian indonesia pun guncang. Dan usaha-usaha rakyat pun terkena imbasnya. Tak terkecuali usaha Ida. Rumah makan Idaman dan Ida Taylor mulai sepi pengunjung. Beberapa pelanggan Ida mengalami gulung tikar dalam usahanya. Mereka pun mulai berhemat,sehingga jarang memesan baju dan makanan. Pemasukan Ida pun mulai defisit. Dan Ida mulai kebingungan dalam menata keuangan keluarga. Karyawannya pun mulai banyak yang mengudukan diri. Akhirnya dengan berat hati Ida mentutp usaha Rumah Makan Idaman dan Ida Taylor. Banyak orang menyayangkan sikap Ida,namun Ida mencoba realisitis. Karena memang sulit untuk mendatangkan keuntungan di masa krisis.

Perekonomian keluarga Ida pun sekarang hanya bergantung pada penghasilan Maman yang pas-pasan. Setelah krisis berlalu,seorang Paman Ida menawarkan pada Ida untuk memberi modal pinjaman. Pamannya mengusulkan untuk membuka kembali usaha Ida. Namun Ida menolaknya dengan alasan tidak mau berhutang dan enggan untuk mengurus “ini-itunya”. Maman pun mencoba membujuk Ida,namun Ida tetap tak mau. Pada akhirnya usaha Ida tidak berlanjut. Sekarang ia hanya menjadi seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak,satu menantu,dan satu cucu. Terkadang Ia menerima jasa penjahitan dan masak. Namun hanya sebatas rumahan. Tidak seperti dulu yang memiliki tempat sendiri.
A. Karakteristik Ida Ningsih
1. Memilki keingintahuan terhadap hal yang baru.
2. Baik
3. Penurut terhadap suami
4. Memiliki rasa tanggung jawab
B. Analisis penyebab kegagalan Ida Ningsih dalam usahanya
1. Tidak memilki semangat juang tinggi. Ida tidak mau membuka usahanya kembali meski krisis telah mereda.
2. Tidak berani mengambil resiko. Ida enggan mengambil resiko yang berakibat Ia kehilangan usahnya.
3. Kurang tanggap terhadap peluang. Meski pamannya menawarkan peluang,Ida tidak tanggap.
4. Kurang pengetahuan tentang pengelolaan usaha. Terbukti dengan ketidakmampuan Ida menata keuangan usahanya saat sulit.
5. Menerima apa adanya takdir kehidupan.
6. Krisis Moneter Indonesia.

Iklan

About robiahadawiyah

IMPIAN,IMPIAN,DAN IMPIAN

Posted on Mei 15, 2011, in Kewirausahaan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: