Pengusaha ayam sayur

Pak Tri ( samaran) adalah seorang pengusaha peternak ayam sayur, Ia  mulai membuka usaha dibelakang rumahnya yang terletak pucang, banjarnegara ( jawa tengah). Seiring dengan waktu usaha yang dijalaninya meraih pencapaian yang cukup  tinggi hingga usahanya merambah ketempat yang lain, salah satunya yaitu bandingan, banjarnegara. Akan tetapi, pencapaian tersebut tak bisa Ia rasakan sepenuhnya karena Ia telah terpanggil  terlebih dahulu oleh Tuhan Yang Maha Esa. Pada akhirnya usaha ini diteruskan oleh putranya yang bernama Idin( nama samaran ) , akan tetapi usaha yang dijalaninya tersebut tak semulus dengan apa yang dicapai oleh bapaknya. Hal ini disebabkan karena banyaknya ternak ayam yang mati, selain itu proses perlakuan terhadap lingkungannya kurang diperhatikan dan menyebabkan bau yang menyengat dan  banyak timbulnya lalat yang mengkerumuni kotoran ternak tersebut.

Selain hal itu,  salah satu yang menyebabkan kebangkrutannya adalah kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat tersebut, dimana didaerah terdapat  memiliki sebuah adat  yakni apabila kita mendirikan suatu usaha dalam skala besar dan mempunyai  penghasilan yang cukup besar pula dan diharapkan dapat berbagi pula. Meskipun , usaha yang dijalaninya tersebut sedikit menimbulkan ketidaknyamanan warga didaerah tersebut (  seperti halnya lalat yang selain mengerumuni kotoran tetapi  juga ke lingkungan masyarakat setempat  dan terciumnya bau kotoran ternak ayam),  pemilihan lokasi yang kurang tepat, dimana kandang ternak tersebut agak dekat dengan mesjid, kebiasaan yang suka dilakukan oleh bapaknya terdahulu yakni membagikan sebagian hasil ternaknya kepada warga disaat pemanenan tiba meskipun dalam keadaan yang tidak berhasil maupun berhasil. Hal itu dilakukan untuk menutupi ketidaknyamanan yang dirasakan oleh warga selama ini.

Kebiasaan  tersebut ternyata jarang dilakukan oleh putranya,sehingga menimbulkan banyaknya kritikkan yang dilontarkan kepadanya karena mereka menganggap selain menimbulkan ketidaknyamanan, putranya tersebut tidak dapat berbagi dengan masyarakat. Hal lain yang mempengaruhi terjadinya kebangkrutan adalah usaha yang dirintisnya itu merupakan satu-satunya usaha yang ada dilingkungan tersebut,  dan orang yang memiki usaha tersebut bukan warga penduduk asli  Bandingan ,sehingga masyarakat menuntut untuk menutup usaha yang dirintisnya tersebut.  Dan untuk menutupi kebangkrutannya Ia menjual kandang ternaknya beserta tanahnya.

Karakteristik  Pak Idin

  1. Cepat putus asa
  2. Tidak ada usaha untuk melobby kepada masyarakat  agar mengijinkan kembali untuk membuka usahanya
  3. ubungan dengan warga yang kurang baik, dan
  4. Cara pemeliharaan yang kurang baik

Cara mengelola usahanya yang menyebabkan kegagalan:

  1. Tidak seterampil apa yang dilakukan oleh bapaknya
  2. Sifat yang dimilikinya kurang baik, dan
  3. Tidak terlalu peduli terhadap keadaan lingkungan sekitar
  4. Dan , pemilihan yang kurang tepat

Sumber: Hanik Masfufatul Hikmah

Iklan

About robiahadawiyah

IMPIAN,IMPIAN,DAN IMPIAN

Posted on Mei 15, 2011, in Kewirausahaan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: