Kimia Analitik-Uji Nyala

  1. Mengapa dalam uji nyala digunakan kawat nikrom dan asam klorida?

Asam klorida (HCl) :

  • Dalam percobaan ini digunakan HCl untuk membersihkan kawat nikrom karena HCl dapat melarutkan pengotor-pengotornya /zat pengganggu yang mungkin menempel pada kawat nikrom sehingga pengotor tersebut akan mudah menguap dari kawat, sehingga kawat benar-benar bersih.
  • pembakaran HCl tidak memberikan warna sehingga tidak mempengaruhi atau mengganggu warna nyala logam alkali dan alkali tanah ketika diamati.
  • HCl digunakan untuk membuat sampel menjadi kental sehingga mudah menempel dalam kawat nikrom.
  1. Mengapa digunakan garam-garam kloridanya?

Karena ketika dibakar, garam-garam klorida ini mampu mengeluarkan warna yang spesifik.

  1. Cara melakukan uji nyala

MembuatNyala Lampu Bunsen-Spiritus

  • Lubang tempat udara (O2) masuk ditutup rapat dengan cara memutar cincin pengamat
  • Korek api dinyalakan di mulut pipa Bunsen dan secara bersamaan kran pengatur keluarnya bahan bakar diputar dengan perlahan sehingga terjadi pembakaran
  • Cincin pengatur keluarnya udara diputar sehingga didapatkan nyala api yang tidak berwarna atau berwarna kebiruan
  • Identifikasi Kation
    Kawat nikrom dibersihkan terutama pada ujung kawat (sampel) dengan cara sebagai berikut. Ujung kawat nikrom dimasukkan ke dalam larutan HCl pekat dan selanjutnya dibakar dalam nyala api. Warna nyala yang dihasilkan dari pembakaran kawat ini diamai. Kawa nikrom telah bersih jika api tidak berwarna lagi saat dipanaskan.
  • Sebanyak satu gram sampel padat dari garam-garam klorida di atas ditempatkan dalam plat tetes. Beberapa tetes HCl pekat ditambahkan ke dalam sampel sehingga mengahasilkan sampel yang kental
  • Kawat nikrom yang sudah bersih ditempelkan bagian ujungya ke dalam sampel, selanjutnya dibakar dalam nyala api Bunsen pada daerah nyala yang sesuai. Dalam hal ini, garam-garam klorida dari golongan alkali akan lebih mudah atau cepat menguap bila dibandingkan garam-garam klorida dari golongan alkali tanah. Akibatnya, uji nyala api untuk garam-garam klorida dari golongan alkali (natirum dan kalium) dipanaskan pada daerah oksidasi bawah. Daerah oksidasi bawah ini ditujukkan untuk zat-zat yang mudah menguap. Sedangkan untuk garam-garam klorida dari golongan alkali tanah (kalsium, stronsium, barium) di panaskan pada daerah peleburan yakni daerah nyala paling panas.
  • Warna nyala yang ditimbulkan diamati dan dicatat
  • Untuk mendapatkan data hasil pengamatan yang lebih baik, kaca kobalt, digunakan sebagai alat bantu untuk menyerap polutan cahaya
  • Pengerjaan di atas dilakukan berulang-ulang sampai warna nyala yang diamati dapat diketahui kekhasannya secara jelas. Warna nyala yang didapat dibandingkan dengan yang tertera pada tabel di atas
  1. Kenapa suatu unsur ketika dilakukan uji nyala bisa menghasilkan warna nyala tertentu (khas)?

Pada dasarnya, apabila suatu senyawa kimia dipanaskan, maka akan terurai menghasilkan unsur-unsur penyusunnya dalam wujud gas atau uap. Kemudian, atom-atom dari unsur logam tersebut mampu menyerap sejumlah energi tinggi (keadaan tereksitasi). Pada keadaan energi tinggi, atom logam tersebut sifatnya tidak stabil sehingga mudah kembali ke keadaan semula (berenergi rendah) dengan cara memancarkan energi yang diserapnya dalam bentuk cahaya. Besarnya energi yang diserap atau yang dipancarkan oleh setiap atom unsur logam bersifat khas. Hal ini dapat ditujukkan dari wrna nyala atom-atom logam yang mampu meneyerap radiasi cahaya didaerah sinar tampak.

  1. Cara analisis kation dan anion selain dengan cara skema H2S

UJI MANIK BORAKS

  • Kawat nikrom dibersihkan pada bagian ujungnya (tempat sampel) menggunakan HCl pekat dan dibakar dalam nyala api Bunsen
  • Ujung kawat nikrom dibengkokkan sehingga membentuk lubang sebesar kepala korek api
  • Ujung kawat pada lampu Bunsen dipanaskan hingga memijar dan segera dimasukkan ke dalam serbuk boraks. Pemanasan dilanjutkan secara perlahan-lahan sehingga terjadi suatu mutu yang jernih seperti kaca
  •  Mutu yang terbentuk ini dalam keadaan panas dimasukkan ke dalam serbuk sampel yang dibuat halus dan dipanaskan. Mula-mula dipanaskan dalam nyala api reduksi bawah lalu didinginkan, selanjutnya mutu dipanaskan lagi pada nyala api oksidasi bawah dan didinginkan
  • Warna nyala yang ditimbulkan dalam keadaan panas dan dingin pada kedua daerah nyala ( nyala oksidasi dan reduksi) diamati
  •  Pengerjaan di atas dilakukan berulang-ulang sampai warna yang ditimbulkan dapat diamati secara jelas.

UJI MANIK FOSFAT

Cara pengujiannya serupa dengan manik boraks, hanya saja dalam uji ini yang digunakan adalah garam mikrokosmik, natrium ammonium hirogen fosfat tetrahidrat Na(NH2)HPO4.4H2O.

UJI MANIK NATRIUM KARBONAT

Manik natrium karbonat dibuat dengan cara melumerkan sedikit natrium karbonat dalam kawat platina dalam nyala Bunsen. Manik natrium karbonat berwarna putih dan buram.

TES REDUKSI ARANG KAYU

Tes dilakukan pada sebongkah arang kayu yang dikeruk membentuk rongga kecil.

Cuplikan ditaruh didalam rongga dan dipanasi dalam nyala oksidasi dan garam kristal pecah.Pembakaran menandakan adanya zat pengoksidasi (NO3-, NO2-, ClO3- dsb).Cuplikan sering dicampur Na2CO3 anhidrat atau campuran lelehan nyala pereduksi.Reaksi awal terdiri dari pembentukan karbonat dari kation-kation dan garam alkali dari anion.Garam alkali diserap oleh arang yang berpori dan karbonat terurai menjadi oksida dan CO2.Oksida logam dapat terurai lebih lanjut/tereduksi menjadi logam atau tetap tidak berubah.

Urutan Kemudahan direduksi:

K,Na,Ba,Sr,Ca,Mg.Al,Mn,Zn,Cd,Fe,Co,Ni,Sn,Pb,Cu,As,Bi,Sb,Hg,Ag

  1. Apa itu kaca kobalt?

Dalam uji nyala kaca kobalt digunakan sebagi alat bantu untuk menyerap cahaya.

  1. Nama-nama senyawa dalam text book bahasa inggris
Rumus molekul nama bahan
Indonesia Inggris
Pb(NO3)2 Plumbum (II) nitrat Plumbum (II) nitrate
ZnSO4 Seng sulfat ZinkSulfat
Co(NO3)2 Kobalt nitrat Cobalt Nitrate
Cr(NO3)3 Krom Nitrate  
CuSO4 Tembaga Sulfat Copper Sulfat
BaCl Barium Clorida Barium Chloride
C2H2O4   Asam Oksalat Oxalic Acid  
NaHCO3   Natrium bikarbonat Sodium bicarbonat  


Zn(NO3)2 Zink Nitrat Zinc Nitrate
KI Kalium Iodida Pottasium Iodide
Ba(OH)2 Barium Hidroksida Barium Hydroxide
CKN Kalium Sianida Pottasium Cyanida
KNO2 Kalium Nitrit Pottasium Nitrite
NH4SCN Amonium Tiosianat Ammonium Thiocyanate
H8N2O8S2 Peroksida Ammonium Sulfat Ammonium Peroxsi Sulfate
KNO3 Kalium Nitrat Pottasium Nitrate

 

K2CrO4 Kalium Chromat Pottasium Chromate
NaOH Natrium Hidroksida Sodium Hydroxide
H3BO3 Asam borat Borid Acid
NaCl Natrium Clorida Sodium Chloride
I2 Yodium Iodine
(NH4)2Co3 Amonium Karbonat Ammonium Carbonate
H2SO4 Asam Sulfat Sulfate Acid
KNO3 Kalium Nitrat Pottasium Nitrate

 

 

Iklan

About robiahadawiyah

IMPIAN,IMPIAN,DAN IMPIAN

Posted on Mei 15, 2011, in Basic Chemistry. Bookmark the permalink. 15 Komentar.

  1. panji angkasa zulfan sahputra

    mengapa unsur alkali tanah menghasilkan nyala dengan warna tertentu

  2. asam klorida + natrium hidroksida menghasilkan warna nyala api apa ?
    asam klorida + stronsium klorida menghasilkan warna nyala api apa ?
    asam klorida + tembaga II sulfat menghasilkan warna nyala api apa ?
    asam klorida + kalsium klorida menghasilkan warna nyala api apa ?
    asam klorida + kalium klorida menghasilkan warna nyala api apa ?
    asam klorida + barium klorida menghasilkan warna nyala api apa ?

    bantu ya ?
    ini tugas praktikum aku ?
    sudah di praktekkan kok,cuma mau memperjelas ?
    please ??

  3. kl uji nyala beilstein gma?hhe,,,

  4. a vacuum pressure measurement showed a dare 9 psig. if the atmospheric pressure at 30 inHg, set absolud pressure in psia?

  5. makasih banget infonya 🙂

  6. mau nanya kenapa NaCl ketika dibakar muncul warna kuning ?

  7. Habiburohman TP UNPAS

    Thanks banget buat infonya sangat membantu 😀

  8. Mengapa kadang-kadang digunakan kaca kobalt untuk warna nyala kalium ?

  9. Kesalahan apa yang sering terjadi saat melakukan uji nyala suatu zat sehingga tidak terjadinya perubahan warna?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: