QUOTE


Ibuku Selalu Berkata,”Hidup itu bagaikan kotak coklat.Kamu tidak pernah tahu apa yang akan kamu dapatkan”.

Biosintesis Protein

Biosintesis protein terjadi di ribosom
Ribosom sebagai tempat terjadinya biosintesis protein sedang inti sel, dimana DNA dan RNA tersebut berada.

DNA (deoksi ribo nucleid acid) merupakan monomer dari polimer polinukleotida.
Polinukleotida ini dapat mengalami serangkaian tahapan reaksi hingga menghasilkan suatu protein.
Polinukleotida yang dapat menghasilkan protein tertentu dikenal sebagai gen.
Gen merupakan pembawa sifat yang dapat diturunkan. Bagaimana proses pembentukkan protein tersebut berlangsung?

Biosintesis protein melibatkan 2 bagian, yaitu transkripsi dan translasi.
Transkripsi terjadi pada inti sel dan translasi terjadi pada mesin pencetak protein yaitu ribosom.

Pada Tahap Transkripsi

Pada tahap transkripsi , urutan DNA yang terdapat dalam gen ditranskripsi menjadi urutan RNA yang dikenal sebagai mesengger RNA (mRNA).

mRNA ini merupakan urutan nukleotida yang membawa kodon-kodon yang diperlukan dalam biosintesis protein.

Proses transkripsi ini diawali oleh adanya enzim RNA polimerase yang mengenali urutan nukleotida yang terdapat dalam DNA (promotor), selanjutnya membaca urutan tersebut hingga dihasilkan serangkaian urutan nukleotida yang disebut mRNA.

mRNA hasil transkripsi dilepas keluar dari inti sel dan masuk ke sitoplasma yang selanjutnya menuju ribosom.

Biosintesis protein melibatkan 2 bagian, yaitu transkripsi dan translasi.
Transkripsi terjadi pada inti sel dan translasi terjadi pada mesin pencetak protein yaitu ribosom.

Pada Tahap Transkripsi

Pada tahap transkripsi , urutan DNA yang terdapat dalam gen ditranskripsi menjadi urutan RNA yang dikenal sebagai mesengger RNA (mRNA).

mRNA ini merupakan urutan nukleotida yang membawa kodon-kodon yang diperlukan dalam biosintesis protein.

Proses transkripsi ini diawali oleh adanya enzim RNA polimerase yang mengenali urutan nukleotida yang terdapat dalam DNA (promotor), selanjutnya membaca urutan tersebut hingga dihasilkan serangkaian urutan nukleotida yang disebut mRNA.

mRNA hasil transkripsi dilepas keluar dari inti sel dan masuk ke sitoplasma yang selanjutnya menuju ribosom.

Pada tahap translasi
Translasi terjadi pada ribosom.
Pada tahap ini urutan nukleotida yang terdapat pada mRNA yang merupakan serangkaian kodon pengkode asam amino, setiap kodon terdiri dari tiga buah nukleotida.
Kodon-kodon tersebut selanjutnya mengenali anti kodonnya yang terdapat pada tRNA, dan setiap anti kodon akan membawa asam amino tertentu.
Melalui translasi dihasilkan serangkaian urutan asam amino (protein).
Bagaimana proses translasi tersebut berlangsung?

Persamaan:
Dalam prosesnya DNA harus terbuka dan sebagian basa-basa DNA akan terekspos kepermukaan
urutan nukleotida pada RNA ditentukan oleh pasangan basa komplemen ribonukleotida terhadap DNA templat

Perbedaan:
RNA tidak membentuk ikatan hidrogen dengan untai DNA templat (produk untai tunggal)
RNA mempunyai panjang yang jauh lebih pendek dibanding molekul DNA karena RNA dikopi dari daerah tertentu
RNA polimerase dapat memulai reaksi polimerisasi tanpa primer.
RNA polimerase tidak mempunyai aktifitas proofreading sehingga RNA polimerase dapat membuat kesalahan lebih sering daripada DNA polimerase, yaitu satu nukleotida dalam 104 nukleotida yang dikopi menjadi RNA

RNA polimerase
Dari Escherichia coli merupakan molekul yang sangat besar (500 kd) dan terdiri dari empat macam subunit.
Komposisi subunit pada enzim yang disebut holoenzyme adalah α­2ββ’σ.
Subunit σ akan mencari/mengenal promotor dan membantu inisiasi sintesis RNA dan sigma ini selanjutnya terdisosiasi dari enzim.
RNA polimerase tanpa subunit σ disebut core enzyme

Fungsi RNA polimerase
Mencari tempat inisiasi DNA.
Membuka DNA heliks ganda untuk menghasilkan templat DNA untai tunggal.
Memilih ribonukleotida yang cocok dan mengkatalisis pembentukan ikatan fosfodiester yang menghubungkan setiap nukleotida dan membentuk kerangka gula-fosfat.
Mendeteksi signal terminasi yang menspesifikasi tempat berakhirnya transkripsi.
Berinteraksi dengan protein aktivator dan represor yang mengendalikan kecepatan transkripsi.

Promotor
Promotor mempunyai kemampuan untuk transkripsi berbeda-beda.
Promotor kuat dapat menyebabkan terjadinya inisiasi lebih sering, misalnya setiap 2 detik.
Promotor yang sangat lemah ditranskripsi kurang lebih setiap 10 menit.
Urutan promotor dapat berbeda untuk satu gen dengan gen yang lain.
Urutan promotor mempengaruhi efisiensi pengikatan terhadap RNA polimerase sehingga mempengaruhi efisiensi transkripsi.

Tahapan transkripsi
Inisiasi
Daerah -35 diduga merupakan tempat pengenalan dimana enzim dan DNA akan membentuk closed promoter complex
RNA polimerase akan meng-cover kurang lebih 60 pb DNA heliks ganda.
Daerah -10 adalah tempat terjadinya melting (DNA membuka ) (open promoter complex).
Transkripsi akan dimulai pada basa A/T (basa purin).
Setelah terbentuk kurang lebih 10 nukleotida, sigma akan terdisosiasi dan core enzyme akan melakukan reaksi perpanjangan

Reaksi perpanjangan
Enzim bergerak sepanjang untai DNA untuk melakukan reaksi perpanjangan DNA
Penambahan ribonukleotida terjadi pada ujung 3’.
Kecepatan polimerisasi tidak konstan.
Kadang-kadang enzim bekerja lebih lambat, berhenti dan kemudian dipercepat kembali.
Kecepatan polimerisasi rata-rata adalah 50 nukleotida/detik

Terminasi
Pada bakteri ada dua jenis cara terminasi, yaitu terminasi yang tergantung pada faktor terminasi ρ dan terminasi yang tidak tergantung pada faktor ρ
Urutan pada ujung 3’suatu gen mempunyai dua bentuk yang spesifik yaitu dua segmen simetris yang kaya dengan basa GC yang dapat membentuk struktur stem-loop
Terminasi yang tergantung pada faktor terminasi ρ lebih jarang terjadi
menyebabkan terjadinya disosiasi RNA polimerase dari DNA dan pelepasan RNA

Translasi (biosintesis protein)
Translasi merupakan proses yang lebih kompleks dibanding transkripsi dan replikasi.
Translasi melibatkan beberapa komponen, yaitu mRNA, tRNA dan ribosom

Tahapan translasi
Aktivasi
Aktivasi tRNA dengan asam amino yang dikatalisis oleh aminoasil tRNA sintetase.
Enzim aminoasil tRNA sintetase bekerja spesifik untuk menjamin agar hanya asam amino yang tepat yang akan diikat tRNA yang spesifik.
E. coli mempunyai kurang lebih 20 macam aminoasil tRNA sintetase
Tahap-tahap reaksi aktivasi:
Asam amino diaktivasi oleh ATP membentuk amino asil adenilat.
Pembentukan ikatan kovalen/ester antara amino asil sdenilat dengan tRNA. Reaksi terjadi pada gugus hidroksil pada posisi 2’ atau 3’.

Inisiasi
Untuk memulai biosintesis protein diperlukan tiga protein faktor inisiasi (IF-1, IF-2, IF-3; IF, initiation factor).
Pengikatan IF-3 pada ribosom sub unit 30S dibantu oleh IF-1.
IF-2 mengikat molekul GTP dan membantu pengikatan tRNA pemula (tRNAfmet ).
Pengikatan mRNA pada ribosom sub unit kecil 30S terjadi melalui pembentukan pasangan basa antara urutan Shine-Dalgarno (SD) dengan komplemennya yang terdapat pada 16S rRNA
SD biasanya merupakan daerah yang kaya dengan basa purin pada mRNA, urutan SD terdapat kurang lebih 10 nukleotida sebelum kodon inisiasi metionin

Setelah terjadi pengikatan mRNA dan tRNA pemula mengenali kodon AUG yang mengkode metionin, IF-3 dilepaskan.
Selanjutnya, terjadi hidrolisis GTP menjadi GDP dan Pi, pelepasan IF-2 dan IF-1, penggabungan ribosom sub unit besar 50S.
Penggabungan sub unit 50S menghasilkan kompleks 70S yang siap untuk menerima tRNA berikutnya.
Sub unit 50S mempunyai dua tempat untuk pengikatan tRNA, yaitu peptidyl site (P) dan aminoacyl site (A). Exit site (E) adalah tempat untuk tRNA yang sudah kosong .
Kodon inisiasi AUG mengikat tRNAfmet pada P site.

Perpanjangan Rantai Polipeptida
Asam amino dibawa oleh faktor perpanjangan EF-Tu ke A site (EF, elongation factor)
terjadi pembentukan ikatan peptida antara tRNAaa1 pada P site dengan tRNAaa1+n pada A site
aa pada P site dipindahkan ke aa pada A site
Dalam proses pemindahan tRNAaa pada A site ke P site ribosom bergerak sepanjang mRNA dari arah 5’ ke 3’ sebanyak satu kodon
Proses perpanjangan berlangsung terus menerus sampai ribosom menemukan kodon terminasi UAA, UAG dan UGA.

Terminasi
Pada prokariot, protein yang berperan dalam terminasi adalah RF-1, RF-2, dan RF-3 (RF, release factor)
RF-1 akan mengenal kodon UAA dan UAG, sedangkan RF-2 akan mengenal kodon UAA dan UGA.
RF-3 berperan dalam pengikatan dan hidrolisis GTP untuk membantu proses pelepasan polipeptida dari ribosom. Setelah RF-1 dan RF-2 terikat pada ribosom, peptidil transferase akan menhidrolisis residu C-terminal rantai polipeptida dari P site.
Selanjutnya terjadi pelepasan RF dan tRNA dari P site. Ribosom 70S akan terdisosiasi menjadi 50S dan30S

Penamaan Senyawa Organik Sistem R dan S

Apakah kedua senyawa ini sama?

 

Sebenarnya kedua senyawa ini tidak sama, karena pada saat dihimpitkan, atom unsur pada model senyawa ini berbeda satu sama lain.

 

Untuk penamaan sistem R dan S

Caranya:

  1. Urutkan keempat gugus. Di sini urutan prioritas keempat atom itu adalah menurut nomor atomnya: Br(tertinggi), Cl, -OH, H(terendah).
  2. Gambar proyeksi dengan atom berprioritas rendah (H) ada di belakang (atom ini tertutup oleh atom karbon dalam proyeksi dibawah ini).
  3. Tarik anak panah dari atom berprioritas tertinggi (Br) ke atom berprioritas tertinggi kedua (Cl).
  4. Berikan (R) dan (S). (R) untuk perputaran anak panah searah jarum jam. Dan (S) untuk perputaran anak panah melawan arah jarum jam.

Analisis Kualitatif Unsur Karbon dan Hidrogen

Hidrokarbon adalah sejenis senyawa yang banyak terdapat dialam sebagai minyak bumi. Indonesia banyak menghasilkan senyawa ini dalam bentuk minyak bumi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Senyawa hidrokarbon terdiri dari : Read the rest of this entry

Sejarah Mikrobiologi

Sejarah dan perkembangan bidang mikrobiologi mengalami masa dan periode yang panjang,diawali dengan periode spekulasi dan perintisan. Pada periode ini ahli falsafah,ahli kedokteran atau ahli-ahli ilmu pengetahuan lainnya terutama biologi dan kimia,mencari jawaban dari berbagai masalah yang timbul di lingkungannya,terutama yang berhubungan dengan aspek kehidupan pada masa itu,diantaranya: Read the rest of this entry

K-Twit

Yoesoeb said: 졸려요…..자도자도 졸려요……ㅜ그래도 열심히 긍정에너지 전파중~~^^ 우스세요우서야기부니조쵸~~^^(kurang lebih katanya dia gak bisa tidur…)

and then: 양바가지 잘 살아있어요~~~^^ ( I’m alive)

Via twitter

K-Twit

Donghae say: “don’t look at me!!!   via: twitter

Ringtone Dan Notification Angry Bird

game satu ini lagi tenar-tenarnya,buat yang mau ringtone atau suara-suara Smiley potongan dari game silahkan download,,, jangan lupa untuk koment ya?? sangat membantu.. Smiley

Notification :klik

Ringtone :klik

RINGTONE KOREA 2

setelah review postingan kemarin ternyata banyak yang tertarik sama ringtone korea,so… kali ini mau bagi bagi lagi ringtone korea,masih banyak,,, mau??? cekidot:
Smiley

Ringtone 1:  klik

Ringtone 2: klik

Ringtone 3: klik

Ringtone 4: klik

Pengolahan Limbah Toilet

Keberadaan toilet merupakan salah satu hal yang penting bagi tempat umum. Namun bukan hanya keberadaan toilet saja yang menjadi bagian terpenting, tempat dan alat pengolahan  limbah toilet pun harus menjadi bagian yang diperhatikan. Karena tempat umum pasti memiliki buangan limbah yang banyak dibanding rumah atau tempat tinggal penduduk. Buangan limbah yang banyak jika tidak diproses terlebih dahulu akan membahayakan bagi orang yang berada disekitar pembuangan tersebut.

Smiley

Gedung Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia (FPMIPA UPI), merupakan salah satu tempat yang mempunyai 16 Toilet, terdiri dari delapan toilet untuk wanita dan delapan toilet untuk laki-laki. Toilet tersebut digunakan setiap hari sehingga menyebabkan limbah yang harus dibuang juga banyak.

Toilet yang terdapat di dalam gedung JICA  terbagi menjadi 4 sumber pembuangan. Masing masing sudut memiliki satu aliran pembuangan limbah buangan toilet. Berasal dari lantai yang paling tinggi dan berakhir pada lantai yang terendah.

Proses pengolahan limbah toilet di JICA adalah sebagai berikut :

  1. Toilet

Buangan dialirkan sesuai dengan sudut gedung, dari lantai yang tertinggi ke lantai yang terendah. JICA memiliki 4 buah sudut, maka aliran pembuangan limbah di fedung ini bersumber dari 4 aliran.

 2. Bak penampungan

Aliran buangan setiap sudut dikumpulkan di bak penampungan. Di dalam bak ini terdapat 2 motor stirr (sejenis baling-baling) yang berfungsi untuk menghancurkan semua buangan.

3.Equalizing Tank

Limbah yang sudah menjadi satu fasa tersebut, diarirkan ke Equalizing Tank, dimana dalam bak ini terjadi pemisahan antara fasa cair dan yang mengendap. Untuk limbah cair, apabila sudah mencapai batasan di dalam tank, limbah tersebur akan mengalir secara sendirinya ke tank yang lainnya

4.Final Tank

Di Final Tank ini limbah cair diberi kaporit secara otomais dari ruang kontrol, kaporit ini dialirkan oleh blower. Perbandingan dalam penggunaan kaporit ini yaitu 1 kg kaporit utuk 30 liter limbah cair. Fungsi dari penggunaan kaporit ini adalah untuk membunuh mikroorganisme yang terdapat dalam limbah, spereti bakteri Escerecia Colli, juga untuk menjernihkan limbah cairan tersebut.

5.Pipa Pembuangan Akhir

Setelah semua proses dilalui, limbah toilet cair dikeluarkan melalui pipa akhir yang berada di sebelah Barat daya gedung JICA. Dan limbah ini sudah terbebas dari mikroorganisme yang membahayakan.

Proses Pengolahan Limbah Logam Berat

Di setiap laboratorium di gedung FPMIPA UPI,disediakan sebuah tempat untuk pembuangan limbah logam berat. Biasanya limbah ini berupa timbal,seng,dan tembaga. Bila tempat penampungan limbah logam telah penuh maka diambil oleh pengurus limbah. Kemudian limbah tersebut diolah dengan cara dicampur dengan semen. Dan hasil pencampuran dipakai untuk menambal tembok-tembok gedung yang rusak

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.